Saat melakukan kunjungan kerja di Bali, Presiden Joko Widodo secara khusus mengagendakan kegiatannya untuk berkunjung ke museum lukisan klasik dan museum kontemporer Nyoman Gunarsa. Nama Nyoman Gunarsa yang mendunia itu tentunya sudah tak asing bagi para pencinta seni.
Presiden Jokowi sendiri termasuk salah satu pengagum karya-karya beliau. Hal itu ia katakan sendiri saat bertemu langsung dengan pelukis kelahiran 15 April 1944 itu.
“Saya memang senang lukisan-lukisan. Saya harus menyampaikan apa adanya, saya pengagum produk-produk lukisan dari Bapak I Nyoman Gunarsa,” kata Jokowi.
Dalam kesempatan itu, Kepala Negara sempat menceritakan pertemuannya dengan I Nyoman Gunarsa di Istana pada 3 April lalu. Saat itu, Nyoman menunjukkan sebuah foto lukisan yang ia beri judul “Jokowi Minum Jamu” seeprti dilansir dalam rilis Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.
“Yang saya heran, kok Pak Nyoman tahu saya senang minum jamu,” ucapnya.
Nyoman juga meminta kepada Presiden untuk dapat berkunjung ke museum yang ia kelola. Permintaan tersebut pada akhirnya dapat dipenuhi Presiden pada Jumat (4/8).
“Saya sudah perintahkan kepada Dirjen (Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan). Pulang nanti saya juga perintahkan lagi kepada menteri (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) agar museum ini dijaga, dirawat, dan diperbaiki bersama-sama antara pemerintah dan keluarga besar Bapak I Nyoman Gunarsa,” ujarnya.
Sebab bagi Presiden, karya seni lukis seperti yang ditunjukkan oleh I Nyoman Gunarsa saat berkeliling museum tidaklah ternilai dari segi apa pun. Maka itu, sebagai seorang pencinta seni, Jokowi berharap agar keindahan karya seni yang ada dapat seterusnya dinikmati oleh banyak orang.
“Ini sebuah kekayaan yang tidak bisa dinilai dengan apa pun, dinilai dengan uang tidak. Miliar pasti lebih, triliun mungkin juga lebih. Karena memang tidak bisa dinilai dengan nilai uang,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Presiden menandatangani prasasti sebagai tanda meresmikan Museum Seni Lukis Kontemporer Indonesia ‘Nyoman Gunarsa Museum’.
Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam penerbangan menuju Jakarta, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil.
Setelah dari Museum, Presiden langsung menuju ke Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk kembali ke Jakarta. Di perjalanan menuju bandara, Presiden beberapa kali menghentikan laju kendaraan rombongan untuk menyempatkan menyapa masyarakat yang menanti kehadirannya. (sak)